Sunday, April 12, 2015

Jodha Akbar versi Situs Islam 'ala-ala' (Bagian 3)

a.      Hamidah
Ratu Hamidah adalah ibu kandung dari Raja Jalal. Dia di gambarkan selalu berpikiran positif terhadap orang lain. Ratu Hamidah tidak banyak menunjukkan kepintarannya di depan banyak orang. Ratu Hamidah sebenarnya cukup menguasai dalam bidang politik, namun dia jarang sekali memberi pendapat terkait hal tersebut pada Raja Jalal. Dia lebih sering mendinginkan Raja Jalan sebagai seorang ibu ketika Raja Jalal menghadapi permasalahan.
b.      Salimah
Salimah adalah istri dari paman Raja Jalal, berbeda dengan Maham Anga yang sebenarnya adalah orang asing yang dianggap sebagai bibi. Paman Jalal ini, adalah paman kandung Jalal. Salimah di peristri oleh Jalal setelah kematian suaminya. Salimah di peristri agar dirinya terlindungi. Jalal memperistri Salimah sebelum hatinya melembut karena Jodha. Jelas sekali bahwa selama Jalal masih berperilaku kejam pun, dia memiliki sisi lmbut.
Salimah di gambarkan tulus menjaga Rakhim. Rakhim adalah putra dari istri suaminya yang lain. Salimah sendiri, tidak memiliki seorang anak. Sama halnya seperti Ratu Hamidah, Salimah tidak mau terlibat jauh dengan urusan politik. Dia lebih sering mendingkan Jalal sebagai seorang teman, ketika Jalal menghadapi masalah.
3.      Jilbab Syar’i Tak Terpuji
Penjelasan pada poin ini, sebenarnya serupa dengan poin ketiga. Hanya saja, sebagai tambahan, Ratu Jodha memang di gambarkan lembut dan baik hati. Namun, tidak semua perilakunya benar. Salah satu episode menggambarkan ratu Jodha membela Syahnaz dan melawan suaminya.
Syahnaz sebenarnya dalah mata-mata yang berpura-pura gila untuk menyusup ke dalam istana. Jodha berlaku egois dengan cara mengutamakan apa yang dilihatnya, yang dilihatnya adalah Syahnaz pantas di percaya. Jodha mengabaikan banyak fakta lain yang sebenarnya mampu di jadikan dasar untuk meragukan kejujuran Syahnaz. Kengeyelan Jodha ini lah yang akhirnya nyaris membuat menteri keuangan yang mampu melihat ketidak jujuran Syahnaz, nyaris di hukum mati. Ratu Jodha pun, tidak sepenuhnya sempurna dalam tindakannya.
4.      Cerita Palsu Menyudutkan Islam
Menyudutkan islam? Situs ini tidak terlalu gamblang menyebutkan pada bagian mana Jodha Akbar menyudutkan islam. Situs ini hanya menunjukkan bahwa cerita palsu dalam Jodha Akbar lah yang membuat film tersebut seperti menyudutkan islam.
Padahal, sebelum tayangan Jodha Akbar, selalu muncul tulisan berupa peringatan bahwa cerita Jodha Akbar memang tidak sepenuhnya berdasarkan sejarah dan tidak di maksudkan untuk menyinggung kalangan mana pun. Ah… sepertinya penulis artikel dalam situs tarbiyah.net ini kelewat menghitamkan Jodha Akbar.
5.      Lupa Waktu
Lupa waktu? Lucu sekali. Tayangan Jodha Akbar memang durasi iklannya rapat. Setiap hari minggu pun, tayangannya di putar secara maraton. Situs ini menganggap, seseorang akan mempercepat durasi sholat sesingkat iklan Jodha Akbar. Banarkah? Ini hanya common sense si penulis. Seseorang bisa berperilaku demikian bukan cuma karena menonton Jodha Akbar, karena menonton acara lain pun seseorang bisa berperilaku demikian.

Lagipula, situs internet sangat terbuka untuk mendownload Jodha Akbar, bagi penonton yang ketinggalan jalan ceritanya. DVD asli dengan harga sangat terjangkau juga di jual di toko-toko kaset. Bahkan, sajian cerita Jodha Akbar dalam DVD lebih cepat ketimbang dengan yang ada di televisi. Dengan mendownload film melalui internet atau menontonnya melalui DVD, seseorang lebih bisa menyesuaikan waktu bukan? Jadi, terlalu mengada-ada bila situs tarbiyah.net menyalahkan Jodha Akbar atas lupa waktunya umat.

No comments: