Sunday, April 26, 2015

Timur, Lain Waktu


Berani kah kamu pergi ke tempat asing? Tanpa mengetahui bagaimana langit dan musim disana? Tanpa memersiapkan baju-baju yang sesuai dengan langit dan musim disana?
Kalau kamu jawab,” Ya. Aku berani.” Hampir pasti, kamu memang berani. Tapi, kamu sepenuhnya ngawur.
Ini seperti ketika, kamu berkata,” Hei, aku mau pergi ke Surabaya.” Kemudian, kamu di tanya,”Langit dan musim di Surabaya seperti apa?” kamu menggeleng, kemudian menjawab,”Aku
belum tahu. Yang jelas, aku mau membawa mantel berbulu tebal. Sepertinya, disana hawanya dingin.”
Ngawur! Goblok!                                                                    
“Di Timur, kami butuh orang dalam tim, yang seperti kamu. Kami butuh rekaman kegiatan dalam bentuk literatur. Kamu bisa melakukannya. Tapi, untuk keterangan langit dan musim, kami susulkan setelah ini. Kami belum tahu, kapan pastinya keterangan itu bisa kamu dapat dari kami.” Kata si empunya kuasa, pada kamu. Kamu tersanjung.
Sekali lagi, kamu ditanya soal langit dan musim. Sekali lagi kamu menggeleng. Sekali lagi kamu seperti berancana untuk pergi ke Surabaya memakai mantel berbulu tebal.
Goblok! Ngawur!
Masih ada timur, lain waktu, Sayangku…

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah merekam jejakmu!