Sunday, February 26, 2017

Matematika (Tidak) Sederhana dalam “Writerpreneur”

Sumber: Gugel

Saya menemukan tulisan berjudul Matematika Sederhana “Writerpereneur” dalam website FAM Indonesia. Tulisan tersbut, menurut keterangan, sempat dimuat di Pikiran Rakyat 2012 dan juga ditulis di blog http://ranting-basah.blogspot.com/2012/09/matematika-sederhana-writerpreneur.htmlTulisan tersebut, tentu tidak salah. Rumusan yang digambarkan di dalam sana, memang sangat masuk akal. Dalam tulisan tersebut, dijabarkan bagaimana cara menghitung kertas kosong yang bisa dijadikan berlembar-lembar uang.

Namun, tulisan tersebut justru mengingatkan saya pada tulisan Bang Syaiha. Penulis tersebut, menerbitkan novelnya pada jalur indie. Dalam blognya, Bang Syaiha pernah menulis sebuah artikel berjudul, Nulis Buku itu Mudah, Ngejualnya yang Susah.

Dalam tulisannya, Bang Syaiha menuliskan bahwa orang-orang yang telah memiliki nama, tentu lebih mudah menjual bukunya. Tapi hei… siapa kamu yang PD sekali asal cetak dan terbitkan buku? Apa jaminan orang akan tertarik pada bukumu dan rela mengeluarkan uang untukmu yang nama apalagi karyanya belum dikenal. Orang tentu akan berpikir-pikir, mereka akan takut rugi, mengeluarkan uang lalu kecewa pada kualitas tulisanmu yang belum tentu. Hal ini yang saya tangkap dari tulisan Bang Syaiha.

Jika kamu membaca tulisan soal Matematika Sederhana “Writerpreneur”, agaknya kamu juga wajib membaca Menulis Buku itu Mudah, Ngejualnya yang Susah. Dengan demikian, kamu bisa bijak bertindak. Kenalkan karyamu, apabila jalur indie pilihanmu. Setelah karyamu punya pasar yang kamu bentuk sendiri, baru cetak bukumu. Ini tentu beda ketika bukumu terbit mayor. Namamu yang belum beken itu bisa numpang tenar di penerbit mayor. Orang kemungkinan tidak takut kecewa, karena mengetahui proses perapihan naskah dan seleksi di dalam penerbit mayor.

Semua jalur penerbitan, tentu memiliki kesulitan masing-masing, baik dari segi pemasaran atau tulisanmu yang mesti dirapikan agar sesuai pasar.

Jadi, mana jalur pilihanmu?

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah merekam jejakmu!