Showing posts with label Kutip. Show all posts
Showing posts with label Kutip. Show all posts

Sunday, February 16, 2020

Persaingan: Sebuah Wejangan Dari Kak Azis Franklin

Kak Azis Franklin memainkan alat musik (kiri). Sumber: Dokumentasi pribadi.

Bertemu kak Azis, artinya mendapat kuliah umum gratis. Meski saya tidak yakin, beliau ingat nama saya dari sekian banyak orang yang ditemuinya. Namun beliau ternyata selalu ingat jika saya sebut kata kunci acara Pelangi Sastra Malang dan anak yang pernah ditembak prediksi-prediksi beliau suatu hari, di pojok luar Kafe Pustaka.


Suasana pojok Kafe Pustaka kala itu jadi penuh tawa. Seorang super introvert yang kedoknya dikuliti memang selalu menarik, bahkan bagi diri saya sendiri. Maka pulalah saya terbahak-bahak melihat wajah teman-teman lain yang kelihatan senang sekali ketika kak Azis membaca banyak hal dalam diri saya dan saya akui itu semua benar. Belum lagi ketika saya bilang takut dengan zombie dan sekali lagi menjadi tertawaan semua teman semeja kala itu. Bagaimana saya justru tidak memilih takut pada hantu lokal saja? Hantu lokal, yang kata kak Azis justru sungguhan ada, beda dengan zombie. Impor sekali rasa takut saya itu memang.

Dan akhirnya, saya kembali bisa mengobrol dengan kak Azis ketika beliau beristirahat di pinggir panggung Haul Gus Dur yang ke 10 di Klenteng Eng An Kiong Malang. Melihat kak Azis yang sedang tidak berinteraksi dengan siapapun, saya pun menyalaminya dan sambil tertawa-tawa berkata,”Saya ini apa ndak diramal lagi?”

Ya, saya memilih kata ‘ramalan’. Sesuatu yang lebih terasa akrab dan gembira ketimbang ‘minta wejangan’. Apalagi jika mengenang kejadian di pojok Kafe Pustaka yang menyenangkan teman-teman semeja kala itu. Dan setelah melempar kata ‘meramal' itu, dengan ramah kak Azis memersilahkan saya duduk di sampingnya.

Dari sekian wejangan kak Azis, sebuah analogi tentang persaingan menarik perhatian saya. Sebut saja A dan B yang menjalani bidang serupa. A memandang B luar biasa sekali dalam bidangnya dan ia menyadari pasar mereka berbeda. Pergaulan A, tentu sangat jauh keluasannya jika dibanding B. Sedang B, malah menyadari gayanya menggarap bidang tersebut hanya mampu menembak pasar tertentu. A justru dilihatnya mampu masuk dalam berbagai pasar dengan caranya menggarap bidang.

“A ini sadar potensi orang lain, tapi dia ndak sadar potensi dirinya sendiri.” Ujar kak Azis.

Kak Azis lantas mengibaratkan lembaran uang seratus ribu. Nilai seratus ribu yang lusuh, sama dengan nilai seratus ribu yang licin dan baru keluar dari bank. Mereka sama-sama bisa dibelanjakan. Hanya saja bedanya, soal tampilan. A menurut kak Azis masih melihat seseorang serupa analogi lembaran uang tadi.

“Lha iya, B anaknya buku banget.” Lanjutnya.

Jika A dan B menulis nilai soal kehidupan sekalipun, masih menurut kak Azis. Hasilnya akan berbeda. Bukannya A punya gaya bahasa yang luwes? Bukannya B punya gaya bahasa berdasar buku-buku? Oh, jadi ini penjelasan analogi persamaan nilai seratus ribu itu. B barangkali lebih keren di mata A dengan buku-buku yang diusungnya namun menurut B yang sudah kenyang dengan buku, A justru menyamai apa yang disampaikannya.

“A ini tahu dia mau pergi ke mana, tapi dia ndak ngerti harus naik apa menuju sana. Sedang B ini merasa jalannya paling benar. Dia ndak mau belajar kemungkinan lain.”

Maka pikir saya, A meskipun menyadari setiap orang memiliki pasar masing-masing, mestinya ia mengubah cara pandangnya terhadap orang lain agar tidak serupa analogi uang seratus ribu lusuh vs licin. Silau adalah kekonyolan yang ia lakukan. Sedang B, yang sudah menyadari uang seratus ribu lusuh vs licin nilainya ternyata sama, mestinya juga menyadari ia pun memiliki pasar sendiri. Kalut adalah kekonyolan yang ia lakukan.

Dipikir berapa kali pun, A dan B sama-sama menggelikan juga ternyata. Ehe.

Saturday, August 19, 2017

Bagaimana Cinta Menjadi Benar?

Sumber: Dokumentasi pribadi

"Cinta yang benar, adalah saat kamu melindungi tanpa alasan..."
Oleh seorang teman, yang saya sedang doakan supaya segera sembuh jiwanya, Juli 2017

Friday, July 21, 2017

Body Perception, The Real Monster

Sumber: @loveselfclubb

'They' make impossible standart for business. And then they will say,"No... your skin too black to be beauty. We have some products to make your skin better. Just blablabla $ for our products."

Poppy Trisnayanti Puspitasari

Friday, July 14, 2017

4 Jenis Manusia

Ada empat jenis manusia:

1. Leader.

2. Konseptor.
3. Pekerja.
4. Tukang sembur air ludah.

Saturday, June 17, 2017

HAL-HAL YANG PERLU KAUTAHU SOAL VIRAL


Oleh: Agus Mulyono

1. Ada yang berhasil
2. Ada juga yang gagal
3. Bisa membuat terkenal
4. Bisa juga membuat terjungkal
5. Banyak yang berharap di-viral-kan
6. Banyak juga yang ketakutan
7. Ada yang menghindari
8. Ada juga yang melihatnya sebagai peluang pekerjaan
9. Ada yang tak mau mengkonsumsi
10. Ada juga yang menikmatinya sebagai
perayaan kecintaan dan kebencian

Thursday, March 16, 2017

Novelis Namber Wahid



Tidak ada yang salah dari novelis nomor satu. Buku-bukunya pantang dibilang buruk, karena kamu bisa temukan tulisan ‘Dari Novelis Nomor 1 di Indonesia’ pada sampul depannya.

Based On True Story

Orang-orang menyukai buku-buku bertitel ‘Berdasarkan Kisah Nyata’. Sekaligus juga, menyenangi kisah pertaubatan yang datang dalam semalam…


Kemudian, mereka mengatai teman satu kamar kosnya begini,”Hidupmu kok ya penuh drama. Nggilani!”

Friday, January 27, 2017

The Way To Love God


Everyone don’t need to know that you pray everyday. That’s all about just you and god.

They would rather you can helps them than know that you can pray everyday.

Thursday, January 26, 2017

Kanak

Coreted By: Fastabiqul Khoirot Dendrobium watercolour painting @sun.had

Orang dewasa, hidup dengan ketakutan yang sudah, belum, akan, atau barangkali tidak akan pernah terjadi.

Kemudian, mereka menularkannya pada kamu, anak-anak.

Seperti,"Jangan naik. Nanti kamu jatuh."

2016

Sunday, January 22, 2017

Bullying

You don’t have to say stop bullying to anyone. Tell them, that bullying makes you stronger. They will stop if they know, you will be stronger. Cause they upset at you, when you can stand up by your self.

Yes, I did!


Poppy Trisnayanti Puspitasari

Tuesday, December 27, 2016

Bagaimana Perempuan Memandangmu, Laki-laki


Ada perempuan yang memandangmu, dari seberapa fasih permainan gitarmu…

Ada perempuan yang memandangmu, dari seberapa manis wajahmu…

Ada perempuan yang memandangmu, dari seberapa banyak forum internasional yang kamu ikuti…

Ada perempuan yang memandangmu, dari seberapa kamu sungguh bersikap lembut pada siapa saja…

Monday, December 12, 2016

Up


Sumber: Gugel

Kamu tahu? Melarikan diri, adalah bagian dari kita semua. Sebagian melarikan diri, dengan hubungan bersama orang yang salah pada berikutnya. Sebagian lagi, melarikan diri pada bidang yang paling disukai, mengepul hasil dari mimpi sebanyaknya.


Mana yang sesungguhnya obat?

Sunday, December 11, 2016

Mimpi VS Ekspektasi


Ajari mereka bermimpi, bukan berekspektasi. Mimpi itu bisa diwujudkan. Kalau ekspektasi, sebatas pada ambisi.

Randi Pratama

Coban Rais, 2016

Bersitatap

Sumber: Dokumentasi pribadi

Bersitatap dengan keburukan, lebih berani kamu hadapi, ketimbang bersitatap dengan kebaikan yang kamu ingkari.

Friday, October 28, 2016

Rival (2)

Sumber: Dokumentasi pribadi

Cara terbaik membunuh rivalmu adalah dengan memuji.

Karena pujian, membikin seseorang puas kemudian berhenti belajar atau bekerja.

Saturday, October 22, 2016

Agama dan Dua Mangkuk Sup

Sumber: IG Gamelan Kiai Kanjeng

Kurang ada gunanya, tetanggamu tahu bahwa kamu bisa membikin dua mangkuk sup maha lezat dalam sekali pagi, dalam rumahmu sendiri. Lebih ada guna, ketika kamu bisa membantu menata panganan saat tetanggamu itu ngunduh mantu[1].

“Dan sesungguhnya, yang ditunggu orang adalah output sosial dari shalat kita.”
Emha Ainun Nadjib




[1] Pesta pernikahan yang dilakukan pada pihak laki-laki

Saturday, August 13, 2016

Puncak Kemarahan

Sumber: Dokumentasi pribadi

Ada puncak kemarahan yang namanya cinta. Jika marahmu namanya masih perang, marahmu belum pada puncaknya.

Tuesday, June 21, 2016

Jeihan Sukmantoro (Antara Intuisi dan Insting)

Salah satu lukisan Mata Hitam karya Jeihan Sukmantoro. Sumber: Gugel

Jeihan dalam tiap wawancaranya, baik di surat kabar maupun televisi, senang menekankan perbedaan antara instuisi dan insting.

Intuisi, menurutnya merupakan sesuatu yang bisa dipelajari dari pengalaman.

Insting, menurutnya merupakan sesuatu yang datang langsung dari Tuhan tanpa perantara pengalaman.

Dengan ini, Kamu pasti tahu saya menjawabmu menggunakan apa.

Tuesday, May 24, 2016

Antara Hati dan Kemaluan


Perempuan, bagaimana bisa kamu tahu, lelaki yang sedang menempelkanbibirnya pada bibirmu itu bakal bertanggung jawab pada hatimu?


Lelaki, bagaimana bisa kamu tahu, perempuan yang sedang menempelkan bibirnya pada bibirmu itu bakal bertanggung jawab pada kemaluanmu?

Tuesday, April 26, 2016

Mengenali

Menahun bukan berarti saling kenal. Bukan begitu?


Saling kenal bukan berarti menahun juga, kan?