Monday, November 21, 2022

Bilang Cinta

Yeonhee dan Han Sinwoo Lookism. Sumber: Webtoon


Semua orang mampu bilang cinta dan memerlakukan orang lain seperti sedang dicintai.

Buku-buku bilang, orang mencintai dengan memberi kembang.

Film-film bilang, orang mencintai dengan mengelus rambut atau berciuman.

Para tetangga bilang, orang mencintai dengan membawa mahar.

Kamu mampu bilang cinta? 

Thursday, November 3, 2022

Totto Chan; Jumpa Jati Diri di Blog

 

Sumber: Dokumentasi pribadi

Main blog dari SMP dan baru 2015 betulan tahu apa yang mau ditulis di sana. Jadi seorang teman yang jadi salah satu guru menulis saya itu merekomendasikan harus baca Totto Chan. Si teman ini dah jam terbang tinggi begitu, jadi satu atau dua kali baca karya tulismu apapun itu, dia bisa bagi saran butuhmu apa bahkan lebih jauh bisa gali masa lalumu gimana.

Dan betul, butuhnya saya memang baca Totto Chan karena setelahnya saya jadi makin mantap menulis kenangan-kenangan masa kecil yang sebelumnya memang sudah dimulai sedikit di blog. Bedanya, format menulis saya itu kenangan masa kecil ditambah pemahaman ketika dewasa ditambah ilmu pola asuh.

Jadi ketika kamu baca tulisan saya yang jenis ini, bisa sekaligus ditemui tuh Poppy anak-anak dan Poppy dewasa. Kapan lagi kan dalam satu tulisan ada satu orang beda jaman, sedang bapak atau ibu kita sendiri banyak yang tumbuh dewasa dengan ingatan sebagai anak-anak yang terputus.

Salah satunya saya pernah menulis perbedaan pola asuh ibu dan nenek. Banyak dari kita pasti mengalami ini juga. Jadi ibu saya tuh super disiplin, rapi dan anti kotor, sedang nenek jauh lebih lunak, tidak teratur dan bukan masalah jadi kotor. Kalau dengan ibu, main air bersih saja saya betulan tidak berani, sebaliknya nenek yang justru santai saja menunjukkan serangga kepada saya dan bahkan membantu mengoleksi tutup botol.

Nah, setelah cerita ingatan ketika anak-anak begitu, saya tambah apa yang dicerna ketika dewasa plus ilmu pola asuh. Bahwa ibu punya maksud sendiri dengan kedisiplinannya, pula nenek dengan sikap santainya. Pola asuh keduanya sama-sama punya nilai kurang dan lebih. Sangat manusiawi ketika pola asuh memang tidak ada yang sempurna.

Upaya saya menulis macam begitu pun sebagai kartasis yang ampuh sekali sih ternyata. Karena memori saya terlalu detail sejak usia satu setengah tahun dan sempat bikin stress karena tidak terkendali.

Pengalaman personal setiap orang soal pola asuh tuh, dijamin tidak ada yang sama persis dan cerita model di atas adanya di rumah dijitel saya https://semangkaaaaa.blogspot.com dengan label ‘ngoceh pendidikan’.