Showing posts with label rangkaian kata. Show all posts
Showing posts with label rangkaian kata. Show all posts

Wednesday, June 10, 2026

Adalah Cerita

Sumber: Gugel

Kita terbiasa menganggap cerita yang patut dituliskan mesti yang terlihat spektakuler. Kelahiran, kelulusan, pernikahan, kemenangan, kesedihan dan kematian sebagai misal.

Kita kerap kali merasa tidak punya bahan cerita yang layak jika bukan hal-hal fenomenal tadi isinya. Hasilnya, terjadi kebuntuan menulis.

Saturday, May 2, 2026

Motif Pernikahan (2)

Sumber: Gugel

Orang bisa menikah, berhubungan seks, punya anak, membangun kemapanan bareng tanpa cinta.

Menikah memiliki syarat wali, saksi, penghulu dan pengantin. Bukannya cinta.

Berhubungan seks bagi dominan hetero (non demiseksual atau aseksual) bisa dengan rangsangan fisik. Bukannya cinta.

Anak-anak akan lahir dengan sperma dan sel telur yang bertemu. Bukannya cinta.

Membangun kemapanan bisa pula karena dikejar ketakutan hidup tanpa rasa nyaman. Bukannya cinta.

Pernikahan tidak membuktikan cinta.

Dan memang begitu kenyataannya.

Wednesday, March 4, 2026

Telak

Sumber: Gugel

Kamu membalasnya telak, dengan kembali pada orang yang paling melaraimu sepanjang hidup, memilih mati ditemukan oleh dia.

Kamu membalasnya telak, dengan membiarkan orang yang paling melaraimu sepanjang hidup pura-pura berkonvoi paling depan menangisi kematianmu.

Kamu membalasnya telak, dengan membawa iri dan segala rasa tidak terima atas hidupnya sampai mati, memeluk mereka erat sekali.

Seperti pesan terakhir sebelum dia merasa paling berhak menghukummu,”Jangan temui aku lagi kecuali kamu bisa meletakkan segala iri itu.”

Tuesday, December 16, 2025

Pembully

Sumber: Google

Satu waktu seorang pembully datang pada korbannya. Ia menyatakan maaf dan membeberkan semua luka yang pernah ia buat.

Korbannya pun menanggapi,”Nggak apa-apa, itu bagian dari masa lalu. Aku sudah memaafkan, hidup harus maju ke depan.”

Satu waktu seorang korban datang pada pembullynya. Ia menuntut kata maaf dan membeberkan semua luka yang pernah ia terima.

Pembullynya pun menanggapi,”Itu kan bagian dari masa lalu. Kalau aku punya salah ya maaf banget. Hidup itu harus maju ke depan.”

Adakah jejak di hati mereka lantas jadi berbeda?

Tuesday, April 29, 2025

OBS

Jepreted by tanganku dewe. Dalam bingkai, Wiwin Januaris di Omah Budaya Slamet.

Hari ini keretamu berhenti di Stasiun Singosari pukul tujuh pagi. Keluar dari stasiun, kamu pun menuju jalan raya. Satu menit kemudian kamu sudah di mulut gang, mencegat angkot putih jurusan Singosari-Karangploso. Lima belas menit kamu menunggu, angkot itu ternyata tidak sebanyak angkot hijau yang muncul dua sampai lima menit sekali.

Setelahnya, kamu pun menaiki angkot putih sampai alun-alun Karangploso. Di sana, kamu jalan-jalan ke alun-alun lalu masuk pasar. Di luar pasar, penjual cilok, kerupuk dan berbagai jajanan berjajar. Kamu memutuskan membeli cilok lalu lanjut makan sepiring nasi jagung. Tukang odong-odong terlihat menggendong anak kecil yang berganti rupa.

Kemudian, kamu kembali berjalan ke dekat alun-alun dan melihat angkot kuning berjajar. Kamu memilih salah satunya, naik ke dalam dan selama 30 menit, perkampungan, sawah, sungai, jembatan dan jalanan naik turun yang cukup curam menjadi sajian. Dari Karangploso yang merupakan perbatasan kabupaten Malang, kamu beralih ke Bumiaji Batu.

Barulah kamu berhenti di depan sebuah gang; jalan Imam Bonjol. Kemudian kamu menyeberang dan kembali berjalan. Sajian kebun bunga bersama perkampungan warga berjajar kemudian dan dalam sepuluh menit, sebuah bangunan dengan dinding bata merah tanpa cat muncul di sebelah kanan jalan. 

Omah Budaya Slamet.

Kamu bisa memasukinya tanpa bayar tiket maupun parkir. 

Selamat datang.

Monday, September 30, 2024

Premis

Sumber: Gugel

Premis Disney Princess bukannya sejenis ya?

Annanya Frozen mencari cinta pangeran, dengan hubungan keluarga yang belum selesai. Ia butuh cinta, tapi tidak mendapat itu dari keluarga. Lalu dia mengira cinta dari laki-laki bisa menyelesaikan. 

Jadilah dia malah bertemu pangeran penipu itu. Dia hanya mau menguasai kerajaannya Anna, bukan sungguhan cinta.

Anna justru mendapat cinta dari laki-laki, setelah hubungan keluarganya beres. Dia dan kakaknya jauh saling memahami cinta masing-masing.

Premis Disney Princess seringnya begitu. Selesaikan dulu bentuk-bentuk cinta yang lain; seperti cinta diri dan persaudaraan. Baru di akhir, si tokoh mendapat bentuk cinta erotis yang eksklusif.

Meski tidak semua.

Elsanya Frozen tidak hidup dalam premis yang begitu. Sampai akhir, dia hidup dengan menemukan cinta diri dan persaudaraan.

Pikir saya premis hidup seperti Elsa saja sudah puncak-puncaknya. Tapi meski bukan Disney Princess, boleh tidak saya sekarang ambil premisnya Anna?

Saturday, July 22, 2023

Yang Lain

Sumber: Google


Ia selalu menunjukkan tidak ada perempuan lain di ruang chatnya, di galeri fotonya, bahkan di folder Google Drivenya.

Tapi bagaimana ia bisa mengatakan tidak ada yang lain ketika para perempuan itu justru berada di dalam hati dan hasratnya?

Tuesday, February 21, 2023

Yang Tinggal

 

Sumber: Gugel

Pada muaranya mereka semua meninggalkanmu.

Perempuan yang sungguh kamu cinta dan ingin nikahi.

Perempuan yang tubuhnya begitu kamu suka dan ingin kecupi.

Perempuan yang kamu pikir sedikit gila dan membawa hoki.

Bagi orang-orang mereka menikah saja, menempuh awal yang lain. Namun bagimu, mereka meninggalkanmu.

Membuat hatimu lowong.

Kemaluanmu enggan tegak berdiri.

Dan rasa aman soal hari depan terasa jauh...

Jauh sekali.

Monday, November 21, 2022

Bilang Cinta

Yeonhee dan Han Sinwoo Lookism. Sumber: Webtoon


Semua orang mampu bilang cinta dan memerlakukan orang lain seperti sedang dicintai.

Buku-buku bilang, orang mencintai dengan memberi kembang.

Film-film bilang, orang mencintai dengan mengelus rambut atau berciuman.

Para tetangga bilang, orang mencintai dengan membawa mahar.

Kamu mampu bilang cinta? 

Thursday, October 13, 2022

Tipu

Sumber: dokumentasi pribadi, pinjam properti Rifana


Siapa-siapa saja bisa dengan mudah mengaku cinta. Tapi siapa-siapa saja bakal pula sulit menipu ingatannya sendiri.

Seperti bagaimana sebuah kembang ungu keheranan pagi itu dipotret oleh seseorang. Kembang itu tahu banyak kelopak serupa dirinya dan orang-orang bahkan tidak menamai dia.

Selanjutnya ia melihat seseorang itu memencet-mencet tombol ponselnya, seperti mengirim foto dirinya pada yang lain.

Gunung terasa lebih dingin. Serupa bagaimana orang itu sekadar ingat pada yang lain.

Seperti bagaimana sebuah kembang putih keheranan pagi itu dipetik oleh seseorang. Kembang itu tahu tidak banyak kelopak serupa dirinya dan orang-orang menamai dia keabadian.

Selanjutnya ia melihat seseorang itu bergumam, bertekad bakal mengirim kembang itu ke rumah yang lain.

Gunung terasa lebih hangat. Serupa bagaimana orang itu betul-betul ingat pada yang lain.

Friday, April 22, 2022

Saklar

Saat dia menapaki ruangan itu, cahaya lampu masih menyala. Pijarnya terang sekali sampai menembus kaca dan dinding. Namun ia ternyata pilih memutar saklar sehingga pijar lampu jadi remang-remang.

Dalam diri ia berkata, bukankah remang-remang mengganggu pandangan? Mata kita bisa memaksa melihat sesuatu sampai mendelik dan jadi minus esok dan esoknya. Yang terjadi berikutnya, justru ia mendekat lagi pada saklar lalu betul-betul memutarnya hingga lampu mati.

Dalam dirinya ia berkata, bukankah gelap menutup pandangan? Mata kita mula-mula tidak bisa melihat sesuatu sama sekali, namun lama-lama mata kita bakal terbiasa juga melihat sekitar dengan cahaya seadanya. Yang terjadi pada berikutnya, justru ia mencari-cari saklar itu kembali, berharap setidaknya bisa menemukan pijar yang remang-remang itu setidaknya.

Tapi...

Tuesday, March 1, 2022

24

Sumber: Gugel

 

Kemarin lusa, tepat di hari ulang tahunmu. Dia saling bilang cinta dengan laki-laki lain.

Sebagai sang pangeran wanna be, kamu tentu merasa ada yang istimewa dari dia yang mengingat tanggal ulang tahunmu.

Tapi ya, entah bagaimana dia mengingat tanggal lahir siapa pun lelaki yang pernah lewat di hidupnya.

Ada dua lusin dan dia ingat semua...

Thursday, February 24, 2022

Kegilaan

Sumber: Dokumentasi pribadi


Di usia yang ke 25, teman-temannya mulai sibuk mempersiapkan pernikahan, daftar LPDP, bahkan mulai merantau ke berbagai kota. Namun ia justru gila.

Tidak ada ingatan tersisa soal siapa dirinya, yang mana ibu, di mana rumahnya. Ia hanya ingat kucing hitam putih itu miliknya, kesayangannya dan bapaknya yang terpaksa memelihara demi kesembuhannya juga.

Sebelumnya ia percaya, semua orang di muka bumi ini pada dasarnya baik. Ia juga terlampau percaya diri bahwa semua orang pasti bisa disentuh hatinya. Cinta itu nyata.

Hingga pertemuannya dengan kedua orang itu. Yang bagaimanapun ia sodorkan cinta buat mereka, tetap saja tikaman yang ia terima. Egonya bisa jadi terluka. Ia ternyata bukan si ajaib yang bisa menyentuh hati siapa saja dengan kekuatan cinta.

Kedua orang itu juga menikam siapa saja yang selain dia semaunya. Cinta yang ia sodorkan dilirik mereka saja tidak. Bagaimana bisa mereka tetap berjaya? Bukankah konsep yang ia terima sepanjang hidup, cinta selalu menang melawan yang batil?

Jadi dia gila.

Memutuskan gila juga tepat.

Sukmanya ada di antara dunia yang pekat biru langit dan dunia lain di bawahnya. Tersendat di sana, tidak ke atas, tidak ke bawah.

Dia menyerah tapi berdalih ingin dekat dengan yang maha kuasa. Konsep cintanya lebur lagi hancur tapi berdalih ingin ibadah ritual saja selamanya...

...tanpa terhubung lagi dengan manusia. Manusia yang hanya melukai konsep cintanya, mematahkan hati saja.

Tapi seorang uztad memberinya kisah 100 tahun beribadah. Ia tidak dimarahi. Ia juga tidak sedang diajak bersedih. Namun tangis dan rasa marahnya keluar serentak.

Kisah itu mencubit inti hatinya. Kisah itu adalah dia. Jadi air matanya berleleran.

Ia mengakui takut menghadapi kekecewaan, kerumitan hidup di dunia, jadi kabur dengan berdalih ingin dekat Tuhan saja.

Ia pengecut.

Ia tahu itu.

Jadi kisah 100 tahun beribadah membuat air matanya tidak juga berhenti. Ia ada di sana, dalam kisah itu. Manusia yang mengira ibadah ritual saja cukup aman dilakukan, tidak seberbahaya bersinggungan dengan manusia-manusia lain.

Kemudian pelan-pelan ingatannya kembali. Ia ingat siapa dirinya, yang mana ibunya, juga di mana rumahnya.

Erich Formm pernah berkata:

Maka dari itu, keinginan terdalam manusia adalah keinginan untuk mengatasi keterpisahannya, meninggalkan penjara kesendiriannya. Kegagalan mutlak dalam meraih tujuan ini berarti kegilaan, karena rasa panik akibat keterasingan total hanya dapat diatasi dengan menarik diri secara radikal dari dunia luar sehingga rasa terpisah itu sirna—karena dunia luar, tempat seseorang terasing itu juga sirna. (Seni Mencintai:18)

Ketika manusia lain melakukan hikikomori, dia malah meraga sukma. 

Friday, February 11, 2022

Negasi Kejahatan

 

Sumber: Gugel

Ada tukang selingkuh, sepakat menyingkirkan istri sah bareng selingkuhannya. Istri sah berhasil dihempas dengan dua anaknya tanpa nafkah, tanpa permintaan maaf.

Kemudian si tukang selingkuh membentuk persona agamis di media sosialnya. Tidak ada hari tanpa bicara perbuatan baik disertai dalil. Orang-orang berkerumun makin banyak, mengikuti akunnya, menyatakan kekaguman.

Persona agamis itu membuat orang-orang yakin, si tukang selingkuh sudah berubah dan yang demikian disebut hidayah. Mantan istri sah dituduh tidak pemaaf ketika coba mengungkap luka dan hak anak-anaknya. Hingga menahun berikutnya, si tukang selingkuh terus berbicara soal agama, setara mereka yang membaca kitab saban hari dan mempraktikkan isinya.

Ada tiga nyawa yang kesulitan makan dan biaya sekolah pada berikutnya...

Ada tukang bully, menyingkirkan temannya dari komunitas karena dianggap pesaing. Temannya tadi berhasil dihempas tanpa permintaan maaf atau yang sejenis rekonsiliasi.

Kemudian si tukang bully membentuk persona feminis di media sosialnya. Tidak ada hari tanpa bicara women support women. Orang-orang berkerumun makin banyak, mengikuti akunnya, menyatakan kekaguman.

Persona feminis itu membuat orang-orang yakin, si tukang bully anti penindasan. Korban lamanya melihat ia divalidasi banyak orang lantas ragu apakah pembullyan yang ia alami dulu nyata. Hingga menahun berikutnya, si pembully terus bicara feminisme setara mereka yang menangani kasus kekerasan di lapangan.

Kali ini muncul pesaing baru di tempatnya kerja dan saban hari si pembully menindasnya...

Ada pelaku kekerasan seksual, korbannya trauma berat dan tidak tahu harus melapor kemana. Korban berhasil dihempas dari lingkungan tempat mereka bertemu. Negasi dari pelaku bahwa kejadian itu kurang bukti juga terus dilancarkan terhadap korban.

Kemudian si pelaku membentuk persona nasionalis di media sosialnya. Tidak ada hari tanpa bicara cinta bangsa dan anti korupsi. Orang-orang berkerumun makin banyak, mengikuti akunnya, menyatakan kekaguman.

Persona nasionalis itu membuat orang-orang yakin, si pelaku kekerasan seksual pro keadilan. Korban lamanya makin menyembunyikan diri setelah melihat ia divalidasi orang banyak. Hingga menahun berikutnya, si pelaku tetap bicara nasionalisme setara mereka yang keukeuh mengungkap kasus korupsi di sebuah desa kecil tanpa sorotan media.

Pelaku menciptakan korban baru. Di hadapan mereka selalu ia pamerkan seberapa banyak orang mempercayai dirinya...

Lalu kita pun bertanya-tanya, seberapa berat mengakui kejahatan ketimbang mengumpulkan begitu banyak orang lantas membangun citra?

Adakah kita salah satu dari para pelaku ini ternyata?

Tuesday, February 1, 2022

Surat ke 16.2


Jepreted by: #AnomaliKreate

Berharap kita bersama-sama ketika kembali ke sana nampaknya memang manis. Tapi justru yang demikian ternyata bikin saya bertanya-tanya, tidak adakah hari ini, nanti sore atau esok hari?

Sebetulnya apakah kita sama-sama tidak melihat harapan bersama hari ini, nanti sore atau esok hari? Jadilah kita menghibur hati,”Bersama ketika kembali ke sana kan bisa juga...”

Saat ini, seolah kita sedang jadi yang paling paham, segala yang hidup pasti kembali ke sana. Didengar bagaimanapun, kita terkesan mencintai Dia saja, meyakini dari gusti kembali pada gusti, kepemilikan bagi kita adalah kosong. 

Padahal ternyata, kita sedang menerapkan ego kepemilikan yang lain...

Friday, November 12, 2021

Surat ke 16.1

Jepreted by: #AnomaliKreate

"Kamu jadi selibat kan?"

"Kelak selibat betulan kan?"

Dan pertanyaan sejenis yang tidak tahu berapa kali kamu ulang dan saya jawab iya. Kadang, saya merasa selibat adalah pembebasan, salah satu pencapaian spiritual, lepas dari ikatan. Sedang ikatan adalah sumber masalah paling besar di muka bumi ini. Ikatan pada hubungan darah, ikatan pada harta benda, bahkan sampai ikatan pada agama, juga ideologi. Tapi betulkah kita sudah lepas dari ikatan-ikatan tadi hanya dengan merasa tidak cemas menikah atau tidak, tidak cemas punya anak atau tidak?

Perasaan manunggaling itu...

Radha tidak menikah sampai akhir hayatnya (tapi versi serial, dia menikah). Sedang Krisna menikah dengan ribuan perempuan yang ternyata semuanya wujud dewi Radha. Sampai akhir mereka saling mencintai sebagai sahabat.

Tujuan pernikahan Radha versi serial pun, untuk dakwah ternyata. Mengembalikan Ayan, suaminya pada pengetahuan soal kuasa dewa. Pun Krisna yang membiarkan istri-istrinya belajar dari sifat memiliki ala manusia menuju sifat yang membebaskan. Dalam versi serial, Krisna menekankan cinta persahabatan di atas segalanya, bahkan di atas cinta eksklusif pernikahan. Dan persahabatan harusnya juga melandasi pernikahan, katanya. Juga bahwa antara dua orang yang melebur, bukan berarti kehilangan jati diri.

Jadi apa yang sebetulnya kita cari? Selibat itu sendiri sebagai pencapaian spiritual kah? Tapi bagaimana ketika Tuhan ternyata punya jalan selain itu? Akankah kita bertahan, mencukupkan pencapain spiritual pada kondisi selibat atau kita justru menerima takdir Tuhan selain selibat? Yang mana sesungguhnya disebut lepas dari ikatan?

Hari ini, kita ingin jadi teman hidup. Bersahabat, bersama di dunia, berdua selibat. Kemudian bertemu di sana jadi teman hidup lagi, saling mengingat sebagai saudara.

Tapi bagaimana jika ternyata kamu punya pertalian dengan perempuan lain? Ditakdirkan menikah lalu hidup sesuai norma, sedang saya tidak?

Tapi bagaimana jika saya punya pertalian dengan laki-laki lain? Ditakdirkan  menikah lalu hidup sesuai norma, sedang kamu tidak?

Tapi bagaimana jika kita berdua punya pertalian dengan orang lain? Sama-sama ditakdirkan menikah lalu hidup sesuai norma?

Tapi bagaimana jika kita berdua punya pertalian satu sama lain dan...

...apa yang sesungguhnya sedang kita cari dalam proses ini? Betulkah selibat adalah pencapaian spiritual tertinggi? Ataukah pencapaian sesungguhnya adalah menerima apapun takdir Tuhan sekalipun tidak sesuai inginnya kita, kesadaran awal kita?

Atau jangan-jangan, keinginan kita bersama seterusnya dengan kebetulan sama ingin selibat adalah bentuk ego yang lain? Boleh jadi itu justru ego soal memiliki tingkat spiritual tertentu lantas merasa paling dicintai Tuhan atau justru ego memiliki satu sama lain?

Dari,

Sahabat baikmu

Tuesday, June 22, 2021

Afirmasi

 

Tulis mimpimu dapat nobel sastra di dinding rumah tetangga, papan reklame dekat lampu lalu lintas, hingga batang pohon beringin di alun-alun kota...
...maka ketika kamu dapatkan memimpimu itu, orang-orang bakal berkata,"Dia memang berani bermimpi sedari dulu dan kini ia mendapat apa yang ia perjuangkan."


Tulis mimpimu dapat nobel sastra di dinding rumah tetangga, papan reklame dekat lampu lalu lintas, hingga batang pohon beringin di alun-alun kota...
...maka ketika kamu gagal dapatkan mimpimu itu, orang-orang bakal berkata,"Dia memang sedari dulu tidak tahu malu."

Friday, April 16, 2021

Gelisah

Beritahu aku, bagaimana caranya agar bisa berpihak tanpa mengisolasi diri...

Dunia ini abu-abu, pula aku. Namun pada kasus tertentu, hitam dan putihku jelas.

Jika aku tidak berbaur, mereka yang butuh ditarik tangannya bakal makin amblas. Mereka mengira yang berbaur, yang abu-abu, tandanya tidak berpihak.

Jika aku mengisolasi diri, mereka yang butuh ditarik tangannya tidak akan tahu mesti pergi kemana. Mereka mengira yang mengisolasi diri, yang hitam dan putihnya jelas meski tanpa diketahui, tandanya tidak pernah ada.

Di sini, pemahaman soal sangkan paraning dumadi diasah.

Tuesday, November 17, 2020

Romantisme

Berapa banyak pun dialog lintas anu dan ini, yang fasis akan tetap fasis dan yang tukang eksploitasi akan tetap tukang eksploitasi...

Satu bahasan serupa, nggak akan diolah dengan cara serupa pula dalam tiap kepala.

Semacam... Kita dapat materi bab islam eksklusif-inklusif...


Orang fasis ngaku inklusif akan mencerna itu:

Oh, emang kaum sana eksklusif anti toleransi! Gimana ya cara biar mereka jadi inklusif seperti aku?


Orang inklusif betulan akan mencerna itu:

Aku ngaku inklusif tapi masih mikir orang eksklusif nggak lebih baik dan harus dibikin inklusif. Apa betul aku inklusif?


Tukang eksploitasi akan mencerna itu:

Lagi hits ini tema. Mana ya? Yang duitnya banyak tapi bingung menyalurkan? Sini deh, dibikin seminar atau tour.

Lagi hits ini tema. Mana ya? Yang semangat banget dan bingung menyalurkan tenaga? Sini deh, kerja 'sosial' Tuhan yang bayar.


Omong-omong, tanggal 16 November itu, hari toleransi internasional ya? Ehe.


Wednesday, October 28, 2020

M

Sumber: Gugel

Menakutkan

Kamu menghancurkan jendela kami

Kamu mengaum kepada keluargaku

Ketika aku melihatmu lagi

Kemudian

Aku akan lari menjauhimu

Dinosaurus


Memukul

Kamu menghancurkan jendela kami

Kamu mengaum kepada keluargaku

Ketika aku melihatmu lagi

Kemudian

Aku akan berteriak lebih keras ketimbang kamu

Dinosaurus


Memaafkan

Kamu menghancurkan jendela kami

Kamu mengaum kepada keluargaku

Ketika aku melihatmu lagi

Kemudian

Aku akan berteriak lebih keras ketimbang kamu memaafkanmu

Dinosaurus


diadaptasi dari dinosaurnya akmu