| Sumber: Gugel |
Satu waktu, ia membentak seorang lelaki yang cara berjalannya dianggap gemulai. Dadanya panas, napasnya keluar masuk dengan kasar, suaranya menghantam-hantam, diikuti lelaki tadi terenyak sambil mempercepat langkah, nyaris berlari sambil menenteng tas laptop dan ranselnya.
"Biasa, ritual usir boti." ucapnya saat kembali ke meja warung kopi, disusul tawa keempat teman laki-lakinya.
Lantas seorang lelaki masuk dengan menenteng sebuah tas raket. Laki-laki itu berjalan menuju kasir, terlihat lama memandangi papan menu, berkata juga ia pada kasir kalau tidak membawa kacamata sambil tertawa-tawa. Ia memandangi lelaki itu, melihat langsung pada betis bagian belakangnya lantas menebak agaknya ia pelari juga.
Setelah mengamati lelaki tadi, ada desir cepat yang mengingatkan pada ponselnya. Ia melihat riwayat pencarian, buru-buru menekan pilihan hapus untuk riwayat selama dua puluh empat jam. Tahu-tahu tangan salah seorang temannya sudah di depan muka, mengibas-ngibas dan masih temannya itu mengulang pertanyaan yang ternyata sudah diajukan padanya tiga kali, tipe cewekmu seperti apa.
Sebelum menjawab, salah seorang teman yang lain mengangsurkan ponsel, terlihat seorang selebgram yang katanya punya volume payudara di atas rata-rata. Dengan yakin, ia menyetujui perempuan itu cantik sambil tertawa-tawa, memperagakan adegan meremas dengan muka manyun yang dibuat-buat. Lantas dalam kepalanya, tiba-tiba muncul dua lelaki sedang berciuman, semua dari riwayat pencarian selama dua puluh empat jam yang baru ia hapus.
No comments:
Post a Comment