Thursday, October 19, 2017

Menyoal Kamu yang Tidak Pernah Ingin Menjadi Tuan Putri


Sumber: Gugel

    “Ya… kalau kata Mitha The Virgin di Instagram dia, nggak semua anak perempuan pengin jadi tuan putri.”
“Dan kamu pun…”
“Ya… saya nggak pernah ingin jadi putri. Coba lihat Aurora yang tiba-tiba teraniaya tanpa sebab…”
“Dia tiba-tiba dikutuk Maleficent, kan?”
“Ya… terus kamu lihat juga Snow White yang juga jadi paling teraniaya…”
“Jadi bulan-bulanan ibu tirinya, kan?”
“Ya… satu hal yang serupa, mereka berdua sama-sama diselamatkan cinta dari seorang laki-laki tidak dikenal. Seolah cinta dari laki-laki adalah final dan bisa menyelamatkan hidup perempuan.”
“Tapi kamu sangat suka dengan Mulan, bukan?”
“Ya… karena Mulan punya alasan berjuang dan soal laki-laki yang akhirnya bareng dia itu, mereka bareng karena punya alasan berjuang yang setara.”
“Aurora dibikin beda dalam versi live actionnya…”
“Ya… dan saya sangat suka. Maleficent dan pihak kerajaan tidak digambarkan hitam dan putih. Dan lagi… cinta yang diusung adalah cinta keluarga yang menyelamatkan.”
“Pun Snow White yang dibikin beda dalam versi live actionnya…”
“Ya… dan saya juga sangat suka. Dia punya alasan buat berjuang. Pertemuannya dengan laki-laki yang akhirnya bareng dia pun, karena mereka punya alasan berjuang yang setara.”
Saya memandangimu hangat dan lekat-lekat. Saya ingat bagaimana ketika anak-anak perempuan lain sibuk mendandani diri dan bonekanya masing-masing, sambil menanti pangeran berkuda putih menjemput mereka, kamu justru tidak pernah melakukan yang serupa.
Seperti anak-anak perempuan lain, kamu pun sangat suka dengan boneka. Bedanya, kamu mengumpulkan boneka-boneka itu di sekelilingmu, mendandani mereka hingga cantik, mengajari mereka membaca dan kemudian kamu bilang,”Mereka anak-anak yatim piatu yang cantik dan baik. Saya yang mengasuh mereka…”

2 comments:

hani izza said...

aku tak pernah punya boneka yang berjajar rapi, mungkin karena emakku kapok membelikanku boneka, karena beberapa kali aku dibelikan boneka mereka berakhir sadis di tanganku, mulai boneka barbie yang rambutnya hilang hingga boneka susan yang jadi menyeramkan karena coretan di wajahnya mirip boneka chucky,

aku lebih suka bermain masak-masakan, membentuk tanah liat dan berimajinasi tentang memiliki rumah impian dengan berbagai denah ruangan yg rumit,,,,

eh ini ngomongin mainan gak sih?? hhahahaahahhaha...

aku tidak suka menjadi putri tapi aku suka putri karena mereka cantik dan baik hati (begitulah opini yang terbangun pada diri saya)

Poppy Trisnayanti Puspitasari said...

Nggak semua anak perempuan suka boneka, Mbak Hunz. Ibuku dulu lebih suka aktivitas fisik ketimbang masak-masakan atau boneka. Aktivitas fisik alias bedigasan wk~