Monday, December 5, 2016

Sia-sianya Kertas dan Power Point Di Masa Kuliah


Pernah dapat print out power point yang justru full dengan teks? Iya… judulnya ‘point’ tapi justru penuh dengan teks. Agaknya, power point jenis ini, lebih baik ganti nama saja jadi power text.
Apa yang kamu rasakan ketika mendapati power text di hadapanmu? Malas membaca? Pasti iya. Lucunya, meski sudah jengah melihat power text, banyak dari kita justru mengambil cara mudah dalam kesempatan presentasi, dengan ikut juga membikin power text bukan power point yang jelas mestinya menyajikan point-point.
Memang, mengopi kemudian paste file garapanmu di halaman power point jauh lebih mudah, ketimbang bekerja dua kali, menginterpretasikan tulisan yang segitu banyak dalam bagan-bagan.
Makanya, jaman saya masih aktif kuliah dulu, bagian ketikan dalam laporan atau makalah milik saya sering lebih sedikit dari teman-teman. Sebabnya, saya yang harus membikin power point. Sebagian teman menyerahkan tugas itu karena malas berkutat dengan power point yang tidak rumit tapi dianggap merepotkan. Sebagian lagi, memang menyadari bahwa membuat power point memang butuh interpretasi khusus.
Kejengahan melihat berlembar-lembar power point justru penuh berisi teks, yang mesti dicetak juga dengan banyak kertas, membuat saya mengawali perubahan dari diri saya sendiri. Saya ingat, bagaimana lembaran-lembaran kertas yang membosankan itu justru saya akhiri dengan coretan gambar atau teman-teman lain, malah dengan mudah membuang kertas yang tentu dibeli dengan uang itu.
Bahkan, cara presentasi menggunakan power point yang menarik, sampai masuk dalam materi seminar atau pelatihan yang berbayar loh. Untuk itu, setiap memeroleh kesempatan presentasi, saya makin hari makin memampatkan materi yang saya buat dalam power point. Bahkan, lama kelaman, saya terbiasa membuat satu slide power point untuk sekali presentasi. Panitia jadi irit waktu cetak atau foto copy kan? Hehe…
Berikut beberapa power point yang berusaha saya buat supaya tidak sia-sia…
Masih lebih dari 10 slide dan terlalu banyak teks. Tapi sudah memanfaatkan gambar dan animasi.
Interpretasi teks dalam ilustrasi. 
Lebih sedikit teks dan kurang dari 10 slide
Memaksimalkan fasilitas bagan dan animasi dalam power point.
Ngomong-ngomong, sedikitnya jumlah slide, juga tidak memengaruhi pemahaman peserta jadi ikut sedikit kok. Berikut slide yang hanya satu lembar dan ulasan salah satu peserta yang menunjukkan apa yang dia dapat dari sana. Ulasannya jauh lebih banyak dari slidenya loh. Bisa dibaca di Tips Cerpen Masuk Media Massa oleh Desi Ayu Suryadini.

Slide yang hanya satu lembar sekali presentasi.
Slide yang hanya satu lembar sekali presentasi.
Ada sebab mengapa power point dibuat mudah mengakses gambar dan bagan. Power point adalah pendukung. Semua pusat apa yang akan kamu presentasikan adalah dirimu sendiri.

No comments: